Japan Trip: Tokyo

2 hari terakhir di Jepang saya manfaatkan untuk berjalan-jalan di kota Tokyo dan mencari oleh-oleh. Tidak terasa sudah seminggu kami berada di negara ini. Rasanya masih belum mau pulang tapi pundi-pundi yen sudah mulai menipis dan tiket pulang sudah di tangan hehehe..

Tujuan kami hari ini adalah Shinjuku, Harajuku dan Shibuya. Tiga area paling terkenal bagi turis di Tokyo. Pertama-tama kami pergi ke Stasiun Shinjuku lalu keluar di pintu keluar Hachiko Square untuk berfoto dengan patung Hachiko si anjing yang setia. Setelah itu kami berjalan kaki ke Shibuya Crossing yang sering muncul di film-film yang berlatar Tokyo. Kami juga sempat naik ke Starbucks terdekat untuk membeli tumbler Tokyo untuk oleh-oleh dan beristirahat sambil ngadem dan melihat ramainya Shibuya Crossing dari atas.

Setelah beristirahat, kami menyusuri jalanan dan toko-toko di sepanjang jalan Shibuya sambil mencari toko Daiso (salah satu 100 yen store yang terkenal) hingga akhirnya tembus di Shinjuku. Sesampainya di Shinjuku, kami makan siang di Matsuya salah satu restaurant chain lokal yang menyajikan menu gyumeshi (beef on rice) lalu mampir ke Tower Records untuk membeli beberapa titipan CD musik. Di perjalanan menuju stasiun, kami juga berbelanja di toko Don Quijote, salah satu discount store lokal yang menjual segala macam barang mulai dari barang elekronik hingga produk-produk kecantikan. Must visit place untuk membeli makanan khas dan snack-snack Jepang dalam jumlah banyak untuk oleh-oleh!

Karena pregnancy hormones starts to kick-in di hari terakhir di Jepang dan saya merasa lelah juga mual yang berimbas merusak mood, maka setelah berbelanja di Don Quijote kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel kami Mystays Shin-Urayasu sambil mampir ke Ikspiari untuk membeli beberapa barang sambil mencari makan malam di perjalanan. Kami juga mampir ke convenience store untuk membeli beberapa snack Jepang yang unik untuk oleh-oleh. Setibanya di hotel, kami pun packing dan beristirahat untuk persiapan pulang ke Jakarta besok.

Keesokan harinya…

Biarpun pesawat kami dijadwalkan untuk take off pukul 3 sore, saya dan Ray sudah berangkat ke bandara Haneda sejak pukul 10.30 pagi waktu setempat agar tidak terburu-buru. Setelah check-out dari hotel, kami pergi ke bandara menggunakan kereta. Setiba nya di stasiun kereta Bandara Haneda tidak lupa kami menukarkan kembali SUICA Card kami dengan uang deposit kartu (500 yen per kartu) di JR Office serta menggunakan uang hasil menukar kartu tersebut untuk membeli Tokyo Banana di convenience store sekalian mengembalikan Pururu, wifi portable yang kami sewa dengan cara mencemplungkan nya ke dalam kotak pos yang ada di convenience store. Setelah mengurus boarding pass, kami masih sempat makan siang di Yoshinoya sebelum akhirnya menuju gate dan naik ke pesawat.

Goodbye Japan, see you again in a few years?

Jojo – xx

Advertisements

Japan Trip: Tokyo Disneysea

Setelah sehari sebelum nya kami bermain di Disneyland, hari ini saya dan Ray akan bermain di Disneysea. Disneysea adalah “second gate” dari Disneyland dan hanya ada di Tokyo, Jepang. Sesuai namanya, wahana-wahana permainan dan suasana di Disneysea bertema laut dan kebanyakan lebih ditujukan untuk remaja atau orang dewasa dibanding anak-anak. Untuk mencapai Disneysea, saya dan Ray menggunakan shuttle bus dari hotel kami Mystays Shin-Urayasu, kami berangkat pukul 10 pagi dan karena sudah membeli tiket di hari sebelumnya, di pintu masuk kami cukup men-scan tiket kami saja.

Inside the Disneysea…

Setelah masuk ke dalam, kami langsung disambut suasana kota pelabuhan Italia dan Gunung¬†Prometheus di kejauhan yang meletus mengeluarkan asap dan api setiap 1 jam sekali. Wahana pertama yang kami tuju adalah Toy Story Mania, awalnya hanya untuk mengambil Fast Pass tapi karena ternyata antriannya belum terlalu ramai sementara jam yang tertera di Fast Pass adalah jam 9 malam, maka kami pun memutuskan untuk langsung mengantri saja. Setelah bermain, sambil foto-foto di sepanjang American Waterfront, kami menuju wahana selanjutnya¬†Aquatopia.¬†Sama seperti di Disneyland, antrian wahana di Disneysea hari ini bersahabat, sehingga sebelum makan siang, Ray masih sempat bermain di wahana¬†Raging Spirit¬†dengan memanfaatkan keuntungan menjadi single rider karena wahana roller coaster ini tidak diperbolehkan bagi bumil. Setelah Ray selesai bermain, kami pun makan siang di¬†Sebastian’s Calypso Kitchen yang terletak di dalam Mermaid Lagoon.

Selesai makan siang, kami bermain hingga sore di¬†beberapa wahana seperti Sindbad’s Storybook Voyage, Disneysea Transit Steamer Line dan 20.000 Leagues Under The Sea. Ray juga mencoba wahana¬†Journey to The Center of The Earth¬†sementara saya foto-foto dan jajan hotdog sambil menunggu. Sore nya kami berjalan-jalan menyusuri¬†Fortress Explorations di Mediterranean Harbour.¬†Kami juga mencoba peruntungan ikut undian untuk menonton pertunjukan Broadway Jazz, Big Band Beat. Saya beruntung karena mendapat reserved ticket sementara Ray tidak. Akhirnya diputuskan saya menonton pertunjukan Big Band Beat sendiri sementara Ray mencoba wahana¬†Tower of Terror yang letaknya tidak berjauhan. Saat saya selesai menonton pas sekali dengan saat Ray selesai bermain. Kami pun membeli ice cream lalu naik wahana¬†Venetian Gondolas.¬†Diiringi nyanyian pengayuh gondola¬†dan ditemani¬†pemandangan senja¬†serta¬†Gunung¬†Prometheus yang menyemburkan asap nya ke udara, kami pun mengakhiri hari di Disneysea.

 

Jojo – xx

Japan Trip: Tokyo Disneyland

Pergi ke Disneyland adalah satu dari sekian banyak mimpi saya, maka nya saya sangat menunggu-nunggu perjalanan hari ini. Saking excited nya, saya bangun pukul 7.00 pagi waktu setempat dan langsung bersiap-siap karena tidak mau ketinggalan shuttle bus dari hotel kami Mystays Shin-Urayasu menuju Disney Resort. Setelah membeli sarapan di vending machine, saya dan Ray mengantre di lobby hotel untuk naik shuttle bus bersama pengunjung hotel lain. Tepat sesuai waktu yang tertera di jadwal, shuttle bus tiba dan kami pun berangkat menuju Disney Resort. Di jalan, saya sudah girang sendiri melihat Disney Resort Line yang kereta nya bergambar karakter-karakter Disney dan jendela nya berbentuk siluet Mickey Mouse. Jalur kereta ini berbentuk lingkaran dan menjadi penghubung dari Stasiun Maihama ke seluruh destinasi di Tokyo Disney Resort.

Bus berhenti di tempat parkir Disneyland, tidak jauh dari loket tiket. Maka setelah foto-foto berlatarkan Tokyo Disneyland Hotel kami pun bergegas membeli tiket di loket yang antrian nya masih kosong. Karena besok kami berencana mengunjungi Disneysea, maka saya membeli 2-Days Passport seharga 13.200 yen per orang. Lumayan mahal, maka nya kami bertekad untuk naik wahana sebanyak-banyak nya di sana! Untung wahana di Disneyland kebanyakan bumil dan kids friendly, jadi saya bisa ikut bermain.

Inside the Disneyland…

Setelah masuk ke Disneyland, wahana pertama yang kami naiki adalah Pooh’s Hunny Hut. Bagi kami berdua, wahana ini adalah wahana yang antrian nya paling lama selama kami bermain di Disneyland, kami mengantri sekitar 60 menit sebelum akhirnya bisa naik. Lucky for us, wahana lainnya tidak sampai selama itu.¬†Setelah main Pooh’s Hunny Hut,¬†kami masuk ke Haunted Mansion yang saat itu antrian nya hanya 10 menit karena sedang ada parade. Setelah selesai bermain Haunted Mansion kami berpindah ke Tommorowland untuk bermain di¬†wahana Monster Inc. Ride & Go Seek¬†sekalian¬†bermain¬†Grand Circuit Raceway dan banyak-banyakan score menembak di¬†Buzz Lightyear’s Astro Blasters. Menjelang siang, karena sudah waktu nya makan, kami pun berhenti bermain untuk makan curry rice di ¬†Hungry Bear Restaurant.

Perut sudah terisi, saat nya main lagi! Sepanjang siang ke sore, kami masuk ke Minnie’s House dan juga main di¬†beberapa wahana seperti¬†Roger Rabbit’s Car Toon Spin,¬†Peter Pan’s Flight dan yang paling berkesan bagi saya; wahana¬†Pirates of The Caribbean. Kami juga sempat menonton Parade “Happiness is Here” yang bagi saya lucu dan menyenangkan.

Menjelang sore, setelah menaiki wahana Jungle Cruise: Wildlife Expeditions, hujan¬†pun turun sehingga kami memutuskan untuk masuk ke¬†Cinderella’s Fairy Tale Hall¬†(istana Cinderella) sekalian berteduh. Untung hujan¬†nya tidak lama, sehingga kami masih sempat bermain¬†Snow White’s Adventures, jajan di Huey, Dewey and Louie’s Good Time Cafe sebelum akhirnya menutup hari di Disneyland dengan menonton Tokyo Disneyland Electrical Parade Dreamlights yang terlalu keren untuk diceritakan!

Pukul 8 malam, kami kembali ke hotel untuk beristirahat setelah sebelum nya mampir ke Ikspiari Shopping Mall dan makan ramen di Hidakaya. Hari yang sangat menyenangkan!

 

Jojo – xx