Here Comes the Sun, Our Son

My bebe is born! Cerita kelahiran Arka dimulai saat kandungan saya menginjak usia 39 minggu. Dengan due date yang semakin dekat (19 Januari 2017) saya semakin deg-deg an karena belum ada tanda-tanda mau melahirkan, padahal saya sangat menginginkan persalinan normal. Jalan kaki pun semakin digencarkan sampai satu ketika di tanggal 15 Januari 2017 malam, saking ingin nya segera melahirkan, saya dan Ray jalan-jalan keliling Grand Indonesia sampai perut saya terasa sakit. Setelah whatsapp-an sama obgyn akhirnya diputuskan bahwa saya harus ke RS untuk di observasi. Setelah observasi (dan pemeriksaan dalam yang sakit itu), ternyata saya baru pembukaan 1 dan diperbolehkan pulang oleh bidan jaga.

Tanggal 17 Januari 2017, dini hari sekitar pk 02.00 saya terbangun karena merasakan kontraksi. Setelah dihitung menggunakan app ternyata kontraksi nya sudah berjalan teratur 2x setiap 10 menit. Akhirnya pk 05.30 pagi dengan kontraksi yang masih teratur, kami pun berangkat ke RS. Saat observasi di RS ternyata saya sudah pembukaan 2 dan diminta untuk stay di RS. Karena sampai malam hari saat diperiksa masih pembukaan 4, obgyn pun memberi saya obat pereda nyeri agar malam ini bisa beristirahat dan diperkirakan Arka akan lahir keesokan hari nya. Biarpun sudah diberi pereda nyeri, malam itu terasa sangat menyiksa untuk saya. Setiap 10 menit sekali saya terbangun karena kontraksi. Ray pun jadi tumbal remas-remas saya karena (walaupun hampir beku kedinginan) dia dengan setia menemani saya di ruang kala 1 malam itu.

Keesokan hari nya tanggal 18 Januari 2017, karena masih pembukaan 5 namun frekuensi kontraksi berkurang menjadi 10 menit sekali akhirnya pk 09.00 pagi saya diinduksi. Pk 13.00 saat diperiksa kembali, pembukaan sudah bertambah menjadi 8 hingga diputuskan untuk memindahkan saya ke ruang bersalin untuk dilakukan pemecahan air ketuban. Setelah air ketuban dipecah, pembukaan berjalan sangat cepat hingga akhirnya pk 14.00 dimulailah proses mengejan. Sekali, dua kali mengejan, Arka masih belum terdorong keluar. Karena minus mata saya yang cukup besar, obgyn pun menggunakan vacuum untuk membantu persalinan. Tidak lama setelah vacuum dimasukan pk 14.27 Arka pun lahir ke dunia sehat, lengkap, sempurna dengan berat 3,2150 kg dan panjang 50 cm. Ray menangis terharu sementara saya melakukan kontak skin to skin dan IMD (yang sukses dalam percobaan pertama) dengan Arka sambil mendapat jahitan di bawah sana.

Jojo – xx

Advertisements