One Month Being a Parents 

Wow what a month! I can’t lie and say having a baby is all rainbows and unicorns, because it is not. 

Satu minggu pertama setelah Arka pulang dari rumah sakit terasa melelahkan sekaligus seru untuk saya. Jam tidur Arka yang belum tentu, penggunaan popok kain dan puting payudara yang masih sangat sakit saat dipakai menyusui cukup membuat saya dan Ray kewalahan. Apalagi Arka sempat mengalami kuning akibat perbedaan golongan darah dengan saya (breastmilk jaundice) dan saya sempat mengalami breast engorgement atau pembengkakan pada payudara akibat produksi susu yang tiba-tiba melimpah hingga menyebabkan meriang dan demam. Untung nya Arka bayi yang manis dan pintar sekali. Setelah melalui masa orientasi 2 minggu (dan setelah akhirnya memakai popok sekali pakai), perlahan-lahan jam tidurnya mulai teratur. Arka hanya bangun malam setiap 3 jam sekali untuk menyusu dan berganti popok.

Saya dan Ray pun sudah semakin terbiasa dengan jam malam Arka dan mulai pintar menenangkan tangisan Arka. Memang benar yang dikatakan oleh hampir semua orang, kalau Ibu nya tenang maka bayi nya juga akan tenang. Dan disini lah peran suami sebagai team-partner. Saya merasa sangat beruntung memiliki pasangan seperti Ray yang bisa menenangkan serta membuat saya santai dalam menghadapi berbagai situasi sehingga Arka juga menjadi lebih tenang dan mudah diajak bekerja sama. Lama tangisan nya paling-paling kalau ditotal hanya 10-20 menit per hari. 

Berbicara tentang peran suami sebagai team-partner, saya sangat terbantu dengan kehadiran suami saya karena Ray tipikal Papa yang selalu terlibat dengan segala hal yang berhubungan dengan Arka. Walaupun saya tahu Ray sudah cukup lelah karena bekerja di siang hari nya, dia tidak pernah menolak membantu saya mengganti popok atau menggendong menidurkan Arka saat malam sehingga saya mendapat sedikit break time. Bonding antara Ray dan Arka pun cukup besar, Arka misalnya selalu menolak untuk tidur di jam-jam Ray pulang kerja. Atau kalau pun tidur, dia pasti tetap akan bangun sebentar walaupun hanya untuk mendengar suara Papa nya.

It was tiring and tough but having a baby surely does fun and precious. And we’re soaking it all, the good times and bad times, because we know these moments will be missed one day and can not be repeat.


Jojo – xx