Second Semester Pregnancy Journey

Tidak terasa usia kehamilan saya akhirnya mulai memasuki trimester ketiga! Selain bertambah aktif dan hobi kungfu, sekarang si Bebe juga sudah mulai responsive terhadap suara musik atau suara Mama Papa nya. Kalau mendengar suara Mama Papa nya atau mendapat usapan biasanya dia merespon dengan sundulan di perut. Berat badan nya pun sudah bertambah menjadi 1,1 kg.

How far along? 28 weeks atau 7 bulan pas minggu ini
Weight gain? Sekitar 1,5 kg
What am I wearing? Saat ini saya merasa lebih nyaman mengenakan dress atau terusan ketimbang celana, karena biasanya sesudah memakai celana seharian kaki suka membengkak. Dress juga lebih memudahkan saat buang air kecil di toilet
Movement? He is kicking and punching up a storm. I can feel him hiccuping too!
What I feel and cravings? Badan pegal-pegal, gampang gerah dan susah berjalan cepat. Ditambah buang air kecil yang semakin sering. Sebenarnya saya tidak memiliki ngindam yang spesific dan aneh selama hamil, tapi akhir-akhir ini saya sangat suka air kelapa hijau, jus pisang strawberry dan steak
What I’m looking forward to? Sesi senam kehamilan yang akan dimulai minggu ini dan pijat hamil di Mom n Jo

 

Jojo – xx

Advertisements

My Pregnancy Essentials

Seperti yang pernah saya mentioned di post saya sebelumnya, masa kehamilan rasanya tidak se-glamour postingan sosial media para model dan blogger. Perut kembung sepanjang hari, stamina yang menurun drastis sampai rasanya malas bergerak dan mau nya tidur seharian di kasur, lapar yang tidak berkesudahan tapi gampang kenyang dan begah kalau perut diisi kebanyakan, rasa eneg yang datang dan pergi seenak nya sendiri dan rasa linu di sendi yang bikin pergerakan sehari-hari terbatas.

Tapi terlepas dari semua rasa tidak nyaman yang saya rasakan, saya takjub dan exciting menjalani berbagai perubahan yang terjadi selama saya hamil. Apalagi Ray juga calon papa yang sangat supportive. Dia tak pernah segan membantu saya mengerjakan pekerjaan rummah tangga dan setiap bulan pasti tidak pernah absent menemani untuk periksa di dokter kandungan. Selain itu, setiap saya ingin makan atau minum sesuatu juga dia pasti berusaha untuk mencarikan makanan/minuman tersebut untuk saya. Selain memiliki partner yang supportive, saya juga memiliki beberapa produk andalan yang menurut saya membantu membuat masa kehamilan saya menjadi lebih nyaman.

  • Pregnancy BolsterSaya membeli guling hamil berbentuk U ini sejak usia kehamilan saya baru 2 bulan dan ternyata barang ini menjadi life saver dikala sulit tidur karena sendi-sendi yang sakit dan kaku hingga saat ini.
  • CRÈME SIMON Daily Defense UV Protector: Sejak hamil, saya jadi malas berdandan, otomatis untuk sehari-hari saya hanya memakai lipstick dan cream sunscreen ini karena cream nya ringan, tidak berminyak dan tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan janin. Dan terbukti, hingga memasuki bulan ke-7 saya tidak mengalami permasalahan jerawat yang parah di kulit wajah.
  • Kiehl’s Ultra Facial Oil-Free Cleanser: Sebenarnya saya sudah menggunakan produk ini sejak belum hamil. Setelah hamil pun saya tetap setia menggunakan produk ini karena tidak mengandung paraben.
  • Kiehl’s Superbly Efficient Anti-Perspirant and Deodorant: Selama hamil, mungkin karena pengaruh hormon, saya merasa ketiak saya sangat mudah berbau. Karena nya saya menggunakan deodorant dari Kiehl’s ini yang tidak berbau, namun lembut dan efektif juga tidak mengandung kandungan kimia yang berbahaya bagi janin.
  • H&M Maternity Collection: Bagi saya, koleksi maternity wear dari H&M sangat membantu karena gayanya yang versatile dan casual sehingga saya bisa tetap tampil modis tapi tetap merasa nyaman selama hamil. Maternity jeans dan legging nya menjadi andalan untuk dipadu padankan dengan koleksi atasan dan kaos saya sementara maternity bra nya yang juga berfungsi sebagai nursing bra menjadi aset jangka panjang hingga saatnya menyusui tiba!
  • Scholl’s Sandals: Karena saya adalah wanita yang cukup aktif bergerak dan senang berjalan kaki, maka ketika hamil saya membutuhkan alas kaki yang benar-benar enak dan tidak sakit untuk berjalan dalam jangka waktu yang lama. Pilihan saya jatuh ke sandal Scholl yang biarpun model nya mungkin tidak terlalu stylish dan berkesan agak oldish, tapi sandal ini sangat nyaman dipakai dan tidak membuat kaki sakit.

 

Jojo – xx

First Semester Pregnancy Journey

How did I found out? Sebenarnya saya tidak merasakan apa-apa dan tidak mengharapkan apa-apa setelah menikah, karena saya dan Ray sudah punya rencana untuk pergi ke Jepang tahun ini. Rencana nya adalah; kami akan “membuat” bayi di Jepang haha tapi ternyata Tuhan punya kehendak lain. Saya ingat betul saat itu 2 hari sebelum ulang tahun saya yang ke-28 saya bangun pagi dan iseng-iseng test-pack karena sudah terlambat datang bulan 2 hari. Sambil menunggu hasil test-pack, saya mandi. Sesudah mandi saya kaget karena ternyata ada 2 garis penanda positif di test-pack saya! Saya langsung membangunkan Ray dan memperlihatkan hasil test-pack saya.

Was I sick? Nope! Mungkin saya satu dari sekian wanita yang cukup beruntung karena tidak merasakan mual dan muntah yang parah di awal kehamilan. Saya sungguh bersyukur akan hal tersebut! Ibu saya juga ternyata tidak merasakan mual dan muntah yang parah selama hamil. Tapi saya mudah lelah dan merasa bloating seperti masuk angin di awal-awal kehamilan.

What were my first symptoms? Tanda kehamilan pertama yang saya rasakan adalah nyeri di bagian payudara dan gampang lapar. Selama seminggu sebelum saya tahu saya hamil, saya selalu menghabiskan bekal makan siang saya sebelum jam makan siang! Saya juga jadi terlalu gampang mengantuk dan tidur lebih cepat di malam hari.  Pada minggu ke-11 kehamilan, hari terakhir kami di Jepang, baru saya mulai merasakan mual di malam hari. Tapi rasa mual tersebut bisa di-maintain dengan tidak membiarkan perut kosong, beristirahat serta minum cukup dan menghindari makanan-makanan pemicu asam lambung seperti cokelat, kol atau makanan-makanan yang rasanya terlalu asam

When did we first hear a heartbeat? Saat check-up ke dokter di usia kehamilan 8 minggu, saya dan Ray sudah bisa mendengar detak jantung bayi kami. Bunyi nya sangat kencang dan cepat kira-kira 175 detak per menit.

Do I like being pregnant? Saya sangat excited dalam menyambut kehamilan saya. Tapi ternyata kehamilan tidak se-glamour yang terlihat di social media para model dan blogger! Saya sangat bersyukur kehamilan saya tergolong smooth dan tidak menyakitkan apabila dibandingkan dengan beberapa teman lain yang sedang hamil but still it feels uncomfortable and sometimes it feels like my body isn’t my own. Walaupun begitu, di saat bersamaan rasanya sangat menakjubkan tahu bahwa ada seorang manusia baru yang sedang bertumbuh dan berkembang di dalam rahim kita. My body is creating a miracle and I am sure that the baby I will get to raise at the end of this will be more than worth the struggle.

Do we know the sex? Yup, it’s a boy! Penerus nama Passandaran, teman bermain game untuk Ray.

 

Jojo – xx

Japan Trip: Tokyo

2 hari terakhir di Jepang saya manfaatkan untuk berjalan-jalan di kota Tokyo dan mencari oleh-oleh. Tidak terasa sudah seminggu kami berada di negara ini. Rasanya masih belum mau pulang tapi pundi-pundi yen sudah mulai menipis dan tiket pulang sudah di tangan hehehe..

Tujuan kami hari ini adalah Shinjuku, Harajuku dan Shibuya. Tiga area paling terkenal bagi turis di Tokyo. Pertama-tama kami pergi ke Stasiun Shinjuku lalu keluar di pintu keluar Hachiko Square untuk berfoto dengan patung Hachiko si anjing yang setia. Setelah itu kami berjalan kaki ke Shibuya Crossing yang sering muncul di film-film yang berlatar Tokyo. Kami juga sempat naik ke Starbucks terdekat untuk membeli tumbler Tokyo untuk oleh-oleh dan beristirahat sambil ngadem dan melihat ramainya Shibuya Crossing dari atas.

Setelah beristirahat, kami menyusuri jalanan dan toko-toko di sepanjang jalan Shibuya sambil mencari toko Daiso (salah satu 100 yen store yang terkenal) hingga akhirnya tembus di Shinjuku. Sesampainya di Shinjuku, kami makan siang di Matsuya salah satu restaurant chain lokal yang menyajikan menu gyumeshi (beef on rice) lalu mampir ke Tower Records untuk membeli beberapa titipan CD musik. Di perjalanan menuju stasiun, kami juga berbelanja di toko Don Quijote, salah satu discount store lokal yang menjual segala macam barang mulai dari barang elekronik hingga produk-produk kecantikan. Must visit place untuk membeli makanan khas dan snack-snack Jepang dalam jumlah banyak untuk oleh-oleh!

Karena pregnancy hormones starts to kick-in di hari terakhir di Jepang dan saya merasa lelah juga mual yang berimbas merusak mood, maka setelah berbelanja di Don Quijote kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel kami Mystays Shin-Urayasu sambil mampir ke Ikspiari untuk membeli beberapa barang sambil mencari makan malam di perjalanan. Kami juga mampir ke convenience store untuk membeli beberapa snack Jepang yang unik untuk oleh-oleh. Setibanya di hotel, kami pun packing dan beristirahat untuk persiapan pulang ke Jakarta besok.

Keesokan harinya…

Biarpun pesawat kami dijadwalkan untuk take off pukul 3 sore, saya dan Ray sudah berangkat ke bandara Haneda sejak pukul 10.30 pagi waktu setempat agar tidak terburu-buru. Setelah check-out dari hotel, kami pergi ke bandara menggunakan kereta. Setiba nya di stasiun kereta Bandara Haneda tidak lupa kami menukarkan kembali SUICA Card kami dengan uang deposit kartu (500 yen per kartu) di JR Office serta menggunakan uang hasil menukar kartu tersebut untuk membeli Tokyo Banana di convenience store sekalian mengembalikan Pururu, wifi portable yang kami sewa dengan cara mencemplungkan nya ke dalam kotak pos yang ada di convenience store. Setelah mengurus boarding pass, kami masih sempat makan siang di Yoshinoya sebelum akhirnya menuju gate dan naik ke pesawat.

Goodbye Japan, see you again in a few years?

Jojo – xx

Japan Trip: Tokyo Disneysea

Setelah sehari sebelum nya kami bermain di Disneyland, hari ini saya dan Ray akan bermain di Disneysea. Disneysea adalah “second gate” dari Disneyland dan hanya ada di Tokyo, Jepang. Sesuai namanya, wahana-wahana permainan dan suasana di Disneysea bertema laut dan kebanyakan lebih ditujukan untuk remaja atau orang dewasa dibanding anak-anak. Untuk mencapai Disneysea, saya dan Ray menggunakan shuttle bus dari hotel kami Mystays Shin-Urayasu, kami berangkat pukul 10 pagi dan karena sudah membeli tiket di hari sebelumnya, di pintu masuk kami cukup men-scan tiket kami saja.

Inside the Disneysea…

Setelah masuk ke dalam, kami langsung disambut suasana kota pelabuhan Italia dan Gunung Prometheus di kejauhan yang meletus mengeluarkan asap dan api setiap 1 jam sekali. Wahana pertama yang kami tuju adalah Toy Story Mania, awalnya hanya untuk mengambil Fast Pass tapi karena ternyata antriannya belum terlalu ramai sementara jam yang tertera di Fast Pass adalah jam 9 malam, maka kami pun memutuskan untuk langsung mengantri saja. Setelah bermain, sambil foto-foto di sepanjang American Waterfront, kami menuju wahana selanjutnya Aquatopia. Sama seperti di Disneyland, antrian wahana di Disneysea hari ini bersahabat, sehingga sebelum makan siang, Ray masih sempat bermain di wahana Raging Spirit dengan memanfaatkan keuntungan menjadi single rider karena wahana roller coaster ini tidak diperbolehkan bagi bumil. Setelah Ray selesai bermain, kami pun makan siang di Sebastian’s Calypso Kitchen yang terletak di dalam Mermaid Lagoon.

Selesai makan siang, kami bermain hingga sore di beberapa wahana seperti Sindbad’s Storybook Voyage, Disneysea Transit Steamer Line dan 20.000 Leagues Under The Sea. Ray juga mencoba wahana Journey to The Center of The Earth sementara saya foto-foto dan jajan hotdog sambil menunggu. Sore nya kami berjalan-jalan menyusuri Fortress Explorations di Mediterranean Harbour. Kami juga mencoba peruntungan ikut undian untuk menonton pertunjukan Broadway Jazz, Big Band Beat. Saya beruntung karena mendapat reserved ticket sementara Ray tidak. Akhirnya diputuskan saya menonton pertunjukan Big Band Beat sendiri sementara Ray mencoba wahana Tower of Terror yang letaknya tidak berjauhan. Saat saya selesai menonton pas sekali dengan saat Ray selesai bermain. Kami pun membeli ice cream lalu naik wahana Venetian Gondolas. Diiringi nyanyian pengayuh gondola dan ditemani pemandangan senja serta Gunung Prometheus yang menyemburkan asap nya ke udara, kami pun mengakhiri hari di Disneysea.

 

Jojo – xx

Japan Trip: Tokyo Disneyland

Pergi ke Disneyland adalah satu dari sekian banyak mimpi saya, maka nya saya sangat menunggu-nunggu perjalanan hari ini. Saking excited nya, saya bangun pukul 7.00 pagi waktu setempat dan langsung bersiap-siap karena tidak mau ketinggalan shuttle bus dari hotel kami Mystays Shin-Urayasu menuju Disney Resort. Setelah membeli sarapan di vending machine, saya dan Ray mengantre di lobby hotel untuk naik shuttle bus bersama pengunjung hotel lain. Tepat sesuai waktu yang tertera di jadwal, shuttle bus tiba dan kami pun berangkat menuju Disney Resort. Di jalan, saya sudah girang sendiri melihat Disney Resort Line yang kereta nya bergambar karakter-karakter Disney dan jendela nya berbentuk siluet Mickey Mouse. Jalur kereta ini berbentuk lingkaran dan menjadi penghubung dari Stasiun Maihama ke seluruh destinasi di Tokyo Disney Resort.

Bus berhenti di tempat parkir Disneyland, tidak jauh dari loket tiket. Maka setelah foto-foto berlatarkan Tokyo Disneyland Hotel kami pun bergegas membeli tiket di loket yang antrian nya masih kosong. Karena besok kami berencana mengunjungi Disneysea, maka saya membeli 2-Days Passport seharga 13.200 yen per orang. Lumayan mahal, maka nya kami bertekad untuk naik wahana sebanyak-banyak nya di sana! Untung wahana di Disneyland kebanyakan bumil dan kids friendly, jadi saya bisa ikut bermain.

Inside the Disneyland…

Setelah masuk ke Disneyland, wahana pertama yang kami naiki adalah Pooh’s Hunny Hut. Bagi kami berdua, wahana ini adalah wahana yang antrian nya paling lama selama kami bermain di Disneyland, kami mengantri sekitar 60 menit sebelum akhirnya bisa naik. Lucky for us, wahana lainnya tidak sampai selama itu. Setelah main Pooh’s Hunny Hut, kami masuk ke Haunted Mansion yang saat itu antrian nya hanya 10 menit karena sedang ada parade. Setelah selesai bermain Haunted Mansion kami berpindah ke Tommorowland untuk bermain di wahana Monster Inc. Ride & Go Seek sekalian bermain Grand Circuit Raceway dan banyak-banyakan score menembak di Buzz Lightyear’s Astro Blasters. Menjelang siang, karena sudah waktu nya makan, kami pun berhenti bermain untuk makan curry rice di  Hungry Bear Restaurant.

Perut sudah terisi, saat nya main lagi! Sepanjang siang ke sore, kami masuk ke Minnie’s House dan juga main di beberapa wahana seperti Roger Rabbit’s Car Toon Spin, Peter Pan’s Flight dan yang paling berkesan bagi saya; wahana Pirates of The Caribbean. Kami juga sempat menonton Parade “Happiness is Here” yang bagi saya lucu dan menyenangkan.

Menjelang sore, setelah menaiki wahana Jungle Cruise: Wildlife Expeditions, hujan pun turun sehingga kami memutuskan untuk masuk ke Cinderella’s Fairy Tale Hall (istana Cinderella) sekalian berteduh. Untung hujan nya tidak lama, sehingga kami masih sempat bermain Snow White’s Adventures, jajan di Huey, Dewey and Louie’s Good Time Cafe sebelum akhirnya menutup hari di Disneyland dengan menonton Tokyo Disneyland Electrical Parade Dreamlights yang terlalu keren untuk diceritakan!

Pukul 8 malam, kami kembali ke hotel untuk beristirahat setelah sebelum nya mampir ke Ikspiari Shopping Mall dan makan ramen di Hidakaya. Hari yang sangat menyenangkan!

 

Jojo – xx

Japan Trip: Kyoto

Kyoto adalah kota yang terkenal akan situs bersejarah nya. Kota ini dapat ditempuh dalam waktu 45 menit dari Stasiun Shin-Osaka. Setelah berkeliling di Osaka sehari sebelumya, saya dan Ray pergi ke Kyoto menggunakan kereta JR Special Rapid dengan membawa semua barang kami (karena sekalian check-out dari hotel). Sesampainya di Stasiun Kyoto, kami segera menitipkan barang-barang kami di loker stasiun dengan koin 500 yen dan hanya membawa 1 backpack yang berisi barang-barang yang kami butuhkan agar tidak ribet menggeret koper. Setelah membeli bakpao babi untuk sarapan di counter Horai 551 dan beberapa botol air mineral, kami pun memulai perjalanan kami di Kyoto.

Arashiyama Bamboo Groove dan Tenryu-Ji Temple

Tujuan pertama kami di Kyoto adalah Arashiyama Bamboo Groove. Saat turun di Stasiun Arashiyama, kami berdua terpukau karena udara yang terasa bersih dan pemandangan yang masih hijau dan berkesan old-school seperti di film-film ninja. Kami berjalan kaki mengikuti arahan Google Maps ke Arashiyama Bamboo Groove dan disambut dengan beberapa warung makan kecil di depan jalan setapak menuju rerimbunan pohon bambu. Sambil foto-foto, kami terus menyusuri jalan setapak berbatu di Arashiyama Bamboo Groove sampai akhirnya tiba di depan pintu masuk Tenryu-Ji Temple yang terkenal dengan zen garden nya. Berbeda dengan Arashiyama Bamboo Groove yang dapat dinikmati secara gratis, untuk masuk ke Tenryu-Ji Temple pengunjung diharuskan membayar 500 yen, akhirnya setelah membeli tiket kami berdua masuk ke kuil tersebut dan foto-foto di dalam nya. Sama sekali tidak rugi, karena setiap sudut taman dan kuil di Tenryu-ji bagus dan instagenic.

Fushimi Inari-Taisha

Setelah puas berkeliling Arashiyama dan waktu sudah menunjukan pukul 1 siang, kami makan di salah satu warung soba kecil di pintu masuk Arashiyama Bamboo Groove lalu melanjutkan perjalanan ke Fushimi Inari-Taisha, kuil yang terkenal dengan barisan 10.000 gerbang (torii) berwarna merah. Di Fushimi Inari-Taisha kami mendaki ke Gunung Inari mengikuti barisan torii. Semakin atas pengunjung nya semakin sepi dan suasana pegunungan semakin terasa, gemericik air sungai dan sejuknya hawa pegunungan menemani sepanjang perjalanan. Setelah puas, kami duduk beristirahat sejenak lalu jajan di stall makanan yang ada disana. Ray senang bisa menemukan salah seorang pedagang yang menjual seiris besar daging babi yang ditusuk, dibakar dan dimakan dengan saus sambal, sementara saya membeli buah mangga merah potong yang dibekukan dan diberi siraman susu kental manis di atas nya. Benar-benar berkesan.

Dari Fushimi Inari-Taisha, kami kembali ke Stasiun Kyoto untuk mengambil barang-barang kami dan menukar kembali kartu ICOCA dengan uang deposit kartu (500 yen per kartu) di JR Office. Sekedar saran, jika ingin menukar kartu ICOCA dan isi nya tinggal sedikit, sebaik nya belanjakan isi kartu di convenience store karena jika masih ada saldo nya, akan terpotong handling fee. Selain menukar kartu, kami juga sekalian membeli tiket Shinkansen Nozomi dengan tujuan Tokyo seharga 13.080 yen per orang karena rencana nya kami akan menginap di Tokyo malam ini. Sambil menunggu kereta datang, kami membeli makanan di convenience store untuk bekal di Shinkansen karena perjalanan Kyoto-Tokyo akan memakan waktu yang cukup lama. Oh iya, Walaupun makan dan minum tidak dilarang di kereta antar kota seperti Shinkansen Nozomi, namun hal tersebut dianggap tidak sopan jika dilakukan di kereta dalam kota.

Saat kereta datang, saya dan Ray bergegas mencari tempat duduk karena kami membeli tiket untuk gerbong unreserved seat untuk mengirit. Kereta nya bagus dan bersih, jarak antar kursi nya pun luas, rasanya seperti berada di pesawat kelas bisnis. Dengan kecepatan hingga 302 km/jam, jarak Kyoto-Tokyo (yang setara dengan Jakarta-Surabaya) ditempuh dalam waktu 2 jam. Pukul 7.30 malam waktu setempat, kami sudah tiba di Stasiun Tokyo, membeli kartu SUICA di JR Office untuk naik kereta dan bus selama di Tokyo, makan malam di Coco Ichibanya Curry lalu check-in di hotel Mystays Shin-Urayasu dan beristirahat karena besok Disneyland menunggu!

 

Jojo – xx